Welcome to my "mind palace" and play ground. Find me here!

I just wanna express myself in a positive way ;)

Stop #Egyptmassacre

Hari ini, tepatnya tadi pagi, puluhan ribu masyarakat Indonesia melakukan aksi untuk masyarakat Mesir yang sedang dilanda musibah.

Musibah apa?

Ketidakstabilan negara berupa konflik antarrakyat, dipacu oleh pemerintahan negara yang porak poranda.

Begini kronologinya:

Sekitar 31 tahun yang lalu, pemerintahan Mesir dipimpin oleh seorang diktator bernama Hosni Mubarak. Kekuasaannya didukung oleh militer yang kuat hingga berjayalah ia menjadi presiden selama kurang lebih 30 tahun. Mirip-mirip dengan Soeharto kalau di konversi ke sejarah Indonesia. Sama-sama lama memerintahnya, sama-sama didukung oleh militer.

Masyarakat Mesir sesungguhnya tidak diam. Ada sekelompok revolusioner yang tidak bisa disebutkan satu per satu namanya yang berusaha menghentikan kediktatoran Hosni Mubarak. Mengapa harus dihentikan? Are you kidding me with this question? Becanda. Harus dihentikan karena selama ini Hosni Mubarak telah mencederai hati sebagian besar rakyat Mesir dengan meliberalisasi perekonomian Mesir dan berafiliasi pada AS dan Israel melalui dukungan terhadap Perjanjian Camp David 1979 terkait keberadaan Israel di wilayah Timur Tengah.

Hal ini tidak bisa dibiarkan, sebab Israel ibarat virus baru yang mendatangi sebuah tubuh. Western yang mendatangi wilayah Eastern. Mencederai dan membuat sakit masyarakat muslim Timur Tengah.

Selain itu, alasan mengapa Hosni Mubarak harus diturunkan menurut LSM internasional Amnesty International adalah karena ia telah mencederai hak asasi manusia (HAM). Hal ini melalui pengekangan kebebasan berpolitik, pemberlakukan kebijakan yang brutal, penahanan yang sewenang-wenang (arbitrary detention), penggunaan kekerasan, serta pembatasan kebebasan bersuara, berasosiasi, dan berkumpul.  

See? 

Satu tahun yang lalu, ia diprotes untuk turun oleh lebih dari setengah masyarakat Mesir yang sudah dicerdaskan oleh kelompok revolusioner tersebut.  

Inna lillaah. Diprotes oleh masyarakatnya sendiri.

Akhirnya ia resign, awalnya sempat terjadi bentrok dengan militer, wajarlah, militer merupakan ‘pendukung’-nya.

Hosni Mubarak meninggalkan Mesir dan mendiami resort pribadinya.

Tangis bahagia atas kemenangan rakyat diungkapkan oleh  kepala oposisi pemerintahan Hosni Mubarak, Mohamed ElBaradei dari An-Nur Party. Dia berkata pada wartawan BBC, “You cannot comprehend the amount of joy and happiness of every Egyptian at the restoration of our humanity and our freedom.”

Terjadi Vacuum of Power sampai akhirnya digelar pemilihan umum a la demokrasi pada Mei-Juni 2013. 

Lalu, terpilihlah Mohamed Morsi yang merupakan representasi dari salah satu partai oposisi Hosni Mubarak, Freedom and Justice Party (FJP) pada 30 Juni 2013. Mohamed Morsi merupakan representasi salah satu penggerak revolusi Mesir, yaitu Ikhwanul Muslimin. Ikhwanul Muslimin mungkin bukan satu-satunya kelompok yang menggerakkan revolusi Mesir tahun 2012 silam, akan tetapi Ikhwanul Muslimin ini yang memang terlihat geliatnya dan terarah pergerakannya.

Sampai dengan pertengahan Juli kemarin, sebuah kekisruhan kembali muncul di Mesir.

Sekelompok orang dengan jubah militer menggunakan power-nya, mempersuasi masyarakat Mesir untuk menurunkan presidennya. Alibi yang digunakannya beragam, salah satunya dikarenakan tidak ada perubahan ekonomi yang signifikan, juga pemerintahan yang ekslusif serta ikhwanisasi melalui kekuasaan yang dimilikinya.

Pendapat serupa dapatkan setelah ‘mewawancarai’ seorang pelajar Mesir dari Indonesia awal Agustus ini.

Sejujurnya aku tercengang dengan jawaban itu.

Adnan Oktar alias Harun Yahya, seorang ilmuwan dari Turki juga berpendapat yang sama melalui twitter-nya. Dia berkata, Ikhwanul Muslimin aka Mohamed Morsi, harus lebih terbuka, tidak ekslusif.

Aku mencoba menerjemahkan, mungkin hal ini disebabkan karena Mohamed Morsi mengisi posisi-posisi menteri dari orang-orang Ikhwanul Muslimin. Aku rasa maksudnya baik. Hanya saja mungkin waktunya belum tepat untuk melakukan itu. Sebab kelihatan tidak etis dan tidak demokratis. Sebab Mesir tidak seluruhnya mendukung Ikhwanul Muslimin. Pelajaran berharga untuk kelompok pergerakan yang sama di Indonesia.

Kembali ke kekisruhan di Mesir saat ini. Akhirnya rakyat Mesir terbagi ke dalam 2 kubu. Pro dan anti Morsi. Anti Morsi merupakan aliansi dari militer Mesir yang mencoba mengkudeta Morsi. Adu hantam terjadi antara keduanya. Hosni Mubarak menyarankan Morsi untuk melepas jabatannya. Akan tetapi, sebelum hal itu terjadi, Morsi dan masayikh Ikhwanul Muslimin diperlakukan dengan kasar, diculik dan dibunuh, inna lillaah. Alhasil, mau tidak mau Morsi turun dan militer langsung menggantikannya dengan Asisi.

Dibawah Asisi, militer terkendali untuk menghancurkan rakyat yang mencoba memprotes militer dan Asisi.

Alhasil, rakyat Mesir benar-benar sedang diadu domba dan dizalimi, kondisi terparah adalah setelah kemarin, militer membunuh sebanyak 2000 orang masyarakat Mesir dalam waktu 12 jam. Laa illaha illa Allaah..

Tidak berbeda dari Hitler yang melakukan genosida di Jerman (seperti yang dikatakan sejarah). Syahid, semoga masyarakat Mesir yang terbunuh terhitung syahid dan diterima di sisi Allaah.

Ada yang menjuluki Asisi sebagai Firaun, sebab Firaun adalah gelar bagi pemimpin yang Zalim.

Untuk itulah masyarakat Indonesia hari ini melakukan aksi menggoyakan para duta besar Mesir yang ada disinggasananya. Mencoba mengetuk hati Presiden Indonesia untuk bertindak.

Allaahu Akbar, fitnah akhir zaman. Ketika orang-orang berkekuasaan melakukan kezaliman dan tidak ada yang menghentikannya.

Tapi Allaah lebih besar dari ini semua. Allaah punya rencana-Nya sendiri.

Bersabarlah Mesir, Allaah tidak tidur.

Allaah, lindungilah mereka, sudara-saudaraku. Sadarkanlah Hosni Mubarak, berikan ia hidayah untuk berislam secara sempurna, atau adzab kubur-Mu lebih menyakitkan.

One comment on “Stop #Egyptmassacre

  1. erfadila
    August 17, 2013

    Reblogged this on Erfadila mit Erfolg.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on August 16, 2013 by in International Affairs.
%d bloggers like this: