Welcome to my "mind palace" and play ground. Find me here!

I just wanna express myself in a positive way ;)

Cari Rumah Pak Armazan

Di suatu hari di awal Bulan Agustus, aku dan ibuku mengunjungi rumah teman SMP-ku yang berada di kawasan Rawamangun. Ibuku berteman baik dengan ibunya yang sudah beberapa kali mengunjungi rumahku. 

Temanku, Reni namanya, akan menikah tanggal 17 Bulan Agustus tahun ini. Ibuku tidak bisa hadir diacara walimahnya, walimah anak teman baiknya itu. Oleh karena itu, sebagai gantinya, ibuku memintaku menemaninya datang membawa beberapa cendramata dari Cilegon lebih dahulu.

Sesampainya disana, kami berbincang-bincang. Setelah itu, ibu Reni atau yang akrab disapa Uni Emi menitipkan beberapa undangan untuk kawan-kawan SMP yang tinggal di Cilegon, serta menitip undangan untuk saudaranya yang juga ternyata teman kerja ibuku yang sudah pensiun. Pak Armazan namanya.

Undangan tersebut sempat menginap di rumahku sekitar 8 hari lantaran kami harus segera ke Palembang keesokan hari setelah berkunjung ke rumah Reni.

Aku dan ibuku tak enak sekali. Tetapi aku sudah meng-SMS teman-teman SMP-ku bahwa aku membawa undangan untuk mereka pasca ke rumah Reni itu, hanya saja, kebetulan sekali mereka belum berada di rumah (rata-rata merantau ke luar Cilegon).

Ibuku belum menghubungi Pak Armazan, sebab ibuku tidak memiliki kontak jelasnya, beliau sempat menjadi tetangga kami, tetapi setelah pensiun, beliau pindah. Ibuku hanya tahu bahwa beliau saat ini tinggal di sebuah perumahan bernama Grogol.

Hari ini, setelah mengantar siomay pesanan dari sebuah rumah makan yang berlokasi di komplek Krakatau Steel, aku mengantar ibu menuju rumah Pak Armazan.

Lucunya, kami tidak tahu alamat jelasnya sama sekali. Ibuku mengandalkan kontak teman-temannya yang ‘kemungkinan’ mengetahui rumah Pak Armazan tersebut.

Namun apa boleh buat, amanah ini harus disampaikan. Harus.

Akhirnya ibuku mencoba menghubungi teman-temannya, dan parahnya, kesemuanya, tidak bisa dihubungi. Kami maklum, mungkin memang masih berlebaran. 

Kami pun akhirnya benar-benar sampai di Perumahan Grogol itu.

Ibuku mencari alternatif untuk mendatangi sesama pensiunan yang kemungkinan besar mengetahui rumah Pak Armazan tersebut.

Dan.. Orang tersebut tidak ada di rumahnya alias masih mudik ke Jawa. Mungkin Barat, Tengah, atau Timur. Intinya, sedang berada jauh dari rumahnya. 

Ibuku mencoba mendatangi rumah kawannya yang lain. Alhasil, nihil. Kawannya pun sepertinya sedang tak di rumah. 

Kami bersikukuh mencari rumah Pak Armazan, malam-malam. Untung saja kami menggunakan mobil. Rasanya sedikit lebih aman.

Kami stuck di pinggir jalan di sebuah blok di perumahan tersebut. Ibuku akhirnya keluar untuk menanyakan kemana kawannya tersebut, sebab HP-nya tak dapat dihubungi. 

Daann.. eng ing eng..

Rumah entah berantah yang dijadikan tempat bertanya oleh ibuku adalah ternyata rumah Pak Armazan.

Sekian.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on August 14, 2013 by in Stuffs!.
%d bloggers like this: